Komentar Keminter: Sayang Makanan, Jangan Dibuang

Tulisan ini di buat gak sengaja, awalnya mau nulis resep lain dari dapur mutiarta, tapi entah kenapa sambil nunggu laptop loading ko malah kepikiran tulisan di majalah natgeo edisi Maret 2016 yang minggu lalu baru aja di baca. Judul artikel yang dekat banget sama hal sehari-hari bikin gw jadi merenung abis baca majalah itu. Jadilah gw nulis tentang sebagian kegelisahan emak-emak ini.

Sudah sejak lama sebenernya gw pribadi mencoba untuk tidak membuang makanan yang ada di piring setiap kali makan. Semampu ingatan ini, gw mulai bertanggung jawab untuk menghabiskan isi piring sejak SMP. Dari yang bisa gw ingat juga, masa SMP adalah masa peralihan dari kebiasaan makan gw, dari yang si pemilih, menjadi si pemakan segalanya. Dulu sekali, waktu masih SD gw ingat betul kalo setiap kali makan piring gw penuh dengan segala hal yang gw sisihkan, mulai dari bumbu yang tidak gw suka (daun bawang dan bawang goreng), lauk yang susah di kunyah (misalnya bagian yang kering  atau keras dari ayam, daging atau ikan goreng), sampai sayur yang gak gw doyan (gw cuma makan wortel, kol, labu, dan bayam waktu itu, so pasti kalo ada sayur lain di piring pasti gw sisihin). Gw lupa apa sebabnya gw si pemilih makanan ini jadi bisa makan apa saja. Yang pasti perubahan ini bikin si mama bahagia banget. Gw pun di rumah jadi si tukang bersih-bersih makanan, masih ingat betul setiap pulang (sekolah, kuliah ataupun kantor) jam berapa pun itu, si mama selalu nawarin makan dan seneng banget ekspresinya pas liat semua lauk dan sayur yang disediain habis gw makan, moment itu jadi special tentunya buat gw bisa liat si mama bahagia gitu.

Setelah menikah dan kemudian tinggal mandiri lepas dari ortu dan mertua menjadikan gw lebih bertanggung jawab soal makanan, bukan hanya yang ada di piring tapi yang ada di rumah (kulkas dan lemari makanan) juga jadi tanggung jawab gw. Sebisa mungkin gw mencoba untuk tidak membuang makanan, tapi waktu itu masih sering banget gw buang makanan. Alasannya macem-macem mulai karena udah busuk ataw expired kadang karena udah bosen aja, atau males mikir harus diapain itu makanan sisa biar bisa dimakan lagi. Setiap beberes mau belanja bahan makanan gw hampir selalu menemukan bahan makanan yang ga layak di kulkas dan mau gak mau akhirnya gw buang. Lama-kelamaan karena sering membuang bahan makanan gw jadi terbiasa untuk membuangnya. Awal-awal buang makanan gw masih agak ga tega dan ngerasa bersalah, tapi makin sering buang makanan, perasaan bersalah dan gak tega itu hilang. Jadilah gw kadang udah gak mikir lagi si makanan yang tersia-sia itu yang ada di pikiran gw saat itu cuma yang penting kulkas ataw lemari makanan bersih.

Sampai akhirnya gw tertampar oleh sebuah percakapan menohok di sudut restoran masakan Somalia di Ottawa. Kami dan sahabat kami saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah liburan di Ottawa menuju Sudbury. Setelah hampir selesai makan kami mengobrol sebentar. Tiba-tiba kami di hampiri seorang pria, dia adalah penjaga cashier yang ternyata juga pemilik restoran. Dia menanyakan darimana asal kami, darimana dan mau kemana, awalnya perbincangan ini seperti basa-basi biasa. Namun kemudian mata nya tertuju pada tumpukan piring kami. Dia kemudian bertanya ‘kalian sudah selesai makan?’ seorang sahabat menjawab sudah, dan Gw yang pada saat itu masih ngunyah dan nyuapin Zi menjawab belum. Cashier itu kemudian melanjutkan perbincangan ‘tolong habiskan makanan yang kalian pesan, kalau pun tidak habis di sini, bawalah pulang. Saya tidak mau membuang makanan sisa mu, karena masih banyak sekali saudara-saudara di negara asal saya (Somalia) dan seluruh dunia yang masih kekurangan makanan’. Plak!! Tertampar gw saat itu dengan ucapannya. Kemudian dia meninggalkan kami untuk mengambil tempat untuk membawa pulang sisa makanan kami yang ada di piring. Sungguh gw sangat tertampar, prihatin, sedih sekaligus malu.

Sejak kejadian di restoran itu, gw berjanji untuk sebisa mungkin tidak membuang makanan. Tapi berjalannya waktu, gw lupa akan kejadian di sudut restoran itu, dan kembali membuang makanan yang kadang sisa di rumah. Gak jarang gw masak kebanyakan terus di simpen di kulkas atau freezer lalu lupa dimakan dan akhirnya bentuk atau baunya berubah, karena gak sanggup makan atau gak mungkin dimakan, makanan itu pun berakhir di tempat sampah. Saat belanja mingguan sayur dan buah kebanyakan, membusuk atau berubah warna dan bentuk terus gw buang juga. Sampai akhirnya gw menemukan majalah natgeo di rumah ibu, gw baca semua artikel tentang betapa banyak nya sampah bahan makanan yang sebetulnya masih bisa di manfaatkan terbuang di seluruh dunia. Tulisan itu cukup menohok, gw merasa turut andil dalam pembuangan limbah sampah makanan itu. Selama ini gw berpikir membuang makanan berarti gw lupa akan banyak nya orang di seluruh dunia yang masih kelaparan dan susah mendapat makanan, tapi ternyata bukan itu saja. Ada hal yang lebih besar ternyata lebih dari sekedar menyia-nyiakan makanan, tapi juga kita telah turut andil dalam menyianyiakan air, tanah, sinar matahari, pupuk, tenaga manusia yang membantu keberlangsungan makanan, dan jangan lupa kalau kita juga telah menyia-nyiakan bahan bakar yang di pakai untuk distribusi bahan makanan itu dari petani sampai tiba di piring kita. Sungguh luar biasa banyak nya yang tersia.

Mulai hari itu gw berjanji lagi, untuk gak buang makanan sisa, bukan hanya makanan yang sudah jadi, tapi bahan makanan mentah nya juga. Jadi sekarang masak seukupnya, kelebihannya di simpan dan segera di makan esoknya biar gak lupa. Belanja bahan makanan secukupnya (terutama buah dan sayur), dan memanfaatkan semaksimal mungkin bahan yang ada di dapur sebelum membeli bahan makanan yang baru. Dalam hal mendidik Zi pun gw jadi lebih bawel soal makanan, gw lebih tegas lagi ke Zi dalam hal menghabiskan makanan yang ada di piringnya, bertanggung jawab akan makanan dan minuman yang dia ambil. Gesit juga gw ajak untuk ikut bertanggung jawab dalam hal menghabiskan makanan dan bahan makanan yang ada di rumah. Semua usaha ini gak gampang, tapi akan terus gw coba, mudah-mudahan bisa konsisten dan turut membantu mengurangi sampah..

 

Advertisements