A Word A Day: Siklus

awordadaysiklusLaptop gue hari ini gak kunjung ada kabarnya. Jadilah menulis malam ini di tempat tidur, di sebelah Z yang lagi tidur dan Intan yang baca Al-Qur’an setelah sholat isya. Z tidur lebih cepat, gak seperti biasanya. Dia sakit batuk pilek. Kali ini gue mau berbagi pandangan gue tentang siklus. Awalnya tulisan ini adalah “mati” tapi karena terlalu negatif maka diganti menjadi “siklus”

Roda-roda pasti berputar. Kita harus siap dengan setiap keadaan. Bukan dengan menghindari tapi dengan mengakui keberadaannya dan menghadapi dengan lapangan dada. Tidak selamanya kita sakit, kekurangan atau takut. Ada posisi sebaliknya yang kadang bisa kita prediksi kedatangannya. Yang perlu kita ingat adalah keadaan itu pasti datang sesuai dengan kemampuan kita. Contoh kongkrit seorang geolog pasti diberi masalah kebumian bukan kenegaraan. Jadi apapun kita sekarang akan diuji agar menjadi lebih profesional nantinya. Buatlah selalu sesuatu karena dengan begitu kita bisa membenarkan yang salah.

Sebetulnya saat getol-getolnya gaming dulu gue adalah tipe pemantau&save game. Mungkinkah “Late Bloomer” di kehidupan nyata? Gampangnya late bloomer adalah seorang yang telat sukses. Some are worth to wait. Ya kira-kira begitulah. Nah hubungannya dengan siklus, seorang late bloomer terlihat menahan siklus “dibawah” lebih lama untuk mendapatkan hasil maksimal nantinya. Gue juga udah liat beberapa temen gue yang serupa. Apakah gue salah satunya atau akan gini-gini aja? Who knows. Gue bukan peramal, hehe. Yang penting mulai, optimis dan konsisten dengan hal yang dipercayai. Dan yang tak kalau penting, yaitu embrace the fact. Karena siklus akan selalu berputar. Di ilmu bumi pun begitu. Bahkan kebudayaan pun begitu. Alami. Selamat malam, sampai jumpa besok.

Advertisements