A Word A Day: Polisi

ACAB

Tiba-tiba aja mau bahas tentang polisi. Awalnya mempertimbangkan mau ngebahas tentang jalan-jalan atau parenting seperti yang disarankan KakGita dan Istri. Namun sepertinya perlu cooling down tulisannya biar gak serius-serius amat. Lemesin aja bray.

Sebetulnya ada perasaan yang terpendam setiap kali ingat, nyebut, atau lewat di sekitar daerah yang banyak polisinya. Kayak deg deg serrrr gituh. Entah apa namanya. Mungkin ini namanya cintah? Tapi saya sudah ada yang punya. Atau gue punya perasaan lain terhadap dirinya, tapi bukan hanya dia seorang. Bahkan sebelum SIM gue matik pun gue selalu punya perasaan yang sama. Tidak berubah. Seakan-akan ingin diayomi dan dilayani. Ups.. seperti apa rasanya ya. Pernah dia memberi surat, tak jarang juga dia judes nyuruh2, atau tiba-tiba pergi saat di kemacetan jalan. Semoga perasaan ini tidak sementara. Lampu biru-merah sirine yang memekakkan telinga dan menyilaukan hati saat lewat selalu mengingatkan akan momen-momen menegangkan didekatmu. Seragam coklat-coklat gagah ketat yang beberapa disembul perut gempal menggemaskan. Tidak tergantikan.

Sekian saja unggahan ini ku persembahkan untukmu. Satu kata ini untukmu. Bukan yang lain. Terima kasih untuk benci-benci rindu. Sampai jumpa besok di tulisan berikutnya bray! Met wiken yow!

Advertisements