A Word A Day: Sudbury

Permainan kata ini jadinya seperti menerus pada ekor setiap tulisan. Sudbury menjadi kata yang menarik untuk diungkapkan setelah kemarin membahas SciComm yang gue pelajari di kota Sudbury. Ini akan menjadi menarik karena ini adalah salah satu kota kecil favorit yang terpencil, selain Bekasi. Kalo Bekasi kayaknya mau gak mau harus favorit soalnya tumbuh disini.

Intermezo. Sebelum berangkat kantor tadi pagi Intan telat 2 hari tapi pas pulang kantor gak jadi isi.

Sebelum datang ke kota Sudbury untuk melanjutkan sekolah gue riset agak detil karena akan membawa anak dan istri serta. Kota ini cukup menarik bagi ahli kebumian karena beberapa fenomena. Pertama kota ini adalah kota kedua terbesar akibat meteor impact. Cekungan Sudbury mempunyai panjang 63km dab lebar 30km. Massive impact! Menurut ahli, kejadian ini terjadi 1.8 Miliar tahun yang lalu. Berarti dalam skala waktu geologi adalah sebelum Kambrium. That’s when the earliest life begins. Kenyataan pertama membuat fenomena kedua, yaitu kota ini menjadi kaya bahan tambang. Yang terkenal adalah nikel. Ini menjadikan demografi kota ini mayoritas penambang VALE yang dahulu bernama INCO lalu baru lingkungan universitas dan riset di bidang kesehatan. Dalam kenyataan yang gue amati sehari-hari memang banyak penambang dan mahasiswa, namun yang sama banyaknya adalah veteran atau pensiunan, hehe. Kota ini punya Science North dan Dynamic Earth sebagai tempat pusat atraksi edukasi. Yang menarik di bidang riset adalah SNOLAB yang merupakan laboratorium fisika sedalam 2km. Pernah suatu waktu SciComm ada kunjungan ke sana dan ternyata Stephen Hawkings tak lama datang beberapa hari sebelum kami. There are so many mind blown facts about this small city.

Bagaimana keindahan alamnya? Tak perlu diragukan. Kami dikelilingi ratusan danau!! Bahkan tempat gue belajar dan magang ada di pinggir danau. Namanya Living With Lakes Center. Beberapa kali kami bertiga berkeliling kampus hanya untuk menghirup esensi alam. Keindahan ini ditunjang oleh orang-orang yang selalu ramah menyapa ketika berpapasan kadang dengan aksen Inggris ataupun cengkok Perancis. Karena kota ini bilingual dalam bahasa. Yang menarik lainnya kami kira kami gak akan ketemu orang Indonesia, tapi ternyata? Eng ing eng Ada lho beberapa keluarga yang gue gak sengaja bertemu setelah shalat Jumat (Jumat berkah sepertinya). Dominan pekerja VALE. Ada beberapa pekerja INCO yang ditugaskan sementara disana. Yang menetap ada dua keluarga. Mereka adalah Mas Ali – Mba Nadira dengan 3 anaknya (Zizi, Yara&Raudhy) dan Mas Aqnus – Mba Wulan dengan 2 anaknya (Hamada&Zia). Keluarga berikutnya yang kami temui setelah info dari keluarga sebelumnya adalah Kang Pendi – Mba Lia dengan 2 anaknya (Adith&Abeska). Belakangan kami juga dekat dengan keluarga VALE yang tinggal di Toronto, Mas Roby – Mba Ria dengan Rais. Mereka semua baik-baik, kami suka dikasi shelter dan makan gratis.

Sudbury menjadi salah satu kota kenangan yang mungkin bila ada rejeki lebih kami akan kesana lagi, hehe. Bagaimana dengan kota kelahiran Z? San Francisco? Mari kita kulik besok. Happy long weekend lads. Semoga gak banjir imbas Imlek ea!

Advertisements