A Word A Day: SciComm

Sambil mendengarkan playlist dari the almighty Mike Kinsella tulisan malam ini dimulai dengan syahdu. Sok syahdu padahal tadi pagi abis ngomel-ngomel sama Z gara-gara makanannya dilepeh, hepi parenting, hahhaha. SciComm gue angkat karena kemarin sudah menyerempet dua kali. Kata ini disinggung pada kata “ahli” dan “komik”. Mari kita mulai membahasnya dengan membuka tabir nostalgia dibalik kenangan beberapa tahun yang lalu, hasedap.

Setelah menikah (2010) gue menutup studio musik dan foto yang gue rintis dari tahun 2008. Gue menjalankan studio ini saat semester-semester akhir kuliah kebumian di Trisakti (kuliah S1 akan gue ceritakan segera, be patient) sambil bekerja lepas di kantor konsultan sebagai geolog. Gue memutuskan untuk menutup studio karena merasa tidak berkembang apalagi harus selalu siaga di studio. Mengembangkan diri adalah keputusan gue dengan cara sekolah lagi dan menciptakan visi berlipat-lipat tahun kedepan. Akhirnya setelah proses pemilihan program dalam 1-2 tahun gue memutuskan untuk mengambil Science Communication atau biasa disebut SciComm. Bahkan program ini jauh lebih baik dari ekspektasi. Di tahun ajaran kami ada 12 siswa. Kedua-belas ini termasuk satu siswa Internasional (gue), satu siswa pertukaran program master dari Prancis dan satu siswa jarak jauh dari British Columbia yang ikut di kelas via video conference.

Di SciComm awalnya gue sangat harus ikut lari mengejar ilmu yang tidak biasanya gue pelajari. Ilmu-ilmu ini sebetulnya ilmu dasar komunikasi yang diterapkan dengan ilmu dasar yang masing-masing murid punya. Jadi di dalam persyaratannya pun mereka selektif dengan memilih siswa yang punya latar belakang beragam. Teman-teman satu angkatan gue pun punya latar belakang yang berbeda-beda satu sama lain, dari earth scientist, journalist, philosophy, liberal arts hingga biomedical. Akhirnya gue bisa dengan manis menggabungkan semua latar belakang gue di setuap program course yang ditawarkan. Hebatnya gue pernah membahas phylomon (kartu environmental yang terinfluensi oleh digimon/pokemon), katastropi purba, science youtube channel dan puncaknya buku komik. Semua gue eksplorasi dan didiskusikan dengan baik di kelas. Dan ajaibnya salah satu inisiator program itu adalah mantan geolog belakangan gue baru sadar kalau umurnya 70an tahun. SciComm is one of the place where i feel special. Selalu merindukan kalian Dr. Dave, Chantal, Alexander, Tanis, Alix, Ben, Sabrina, Nelieena, Grace, Tom, Kim and Erica.

Mendadak kok jadi semangat mau menceritakan tentang kota Sudbury yang pastinya belum banyak orang tau. Kata berikutnya besok akan gue ceritakan kota Sudbury yang letaknya 4 jam perjalanan perjalanan darat dari Toronto dan berpenduduk 115ribu. Sampai besok gaes!

Advertisements