A Word A Day: Komik

Kata komik muncul saat seorang teman menanyakan “Wih apaan tuh komunikasi sains? Ngobrol2 yuk sit”. Mendadak gue langsung flash back ke masa kuliah komunikasi sains 2012 silam. Banyka hal menarik yang gue pelajari disana. Tapi saat ini gue mau menarik “komik” dari sekian banyak keseruan SciComm (Science Communication) karena komik adalah artefak yang gue bahas saat riset final. Mungkin kata SciComm dapat muncul setelah ini, hehe.

Gue mengenal komik dari Kungfu Boy ciptaan Takeshi Maekawa. Seketika gue langsung jatuh cinta. Kisah itu berlanjut hingga SMA. Skip langsung ke masa kuliah karena masa ini yang menurut gue prominent. Gue dapet langganan penyewaan komik di Harapan Indah dari Dhanis, temen komplek. Dari situ gue mulai eksplor dan membebaskan diri membaca komik-komik yang tidak biasa. Jadilah gue banyak belajar dari si komik itu sendiri. Dari masak-memasak, pemadam kebakaran, american football, otomotif, kedokteran, astronomi. Mungkin terlihat sepele tapi itu adalah jendela dunia gue pada saat itu. Kegemaran membaca novel mentok pada Goosebumps, Animorphs, Harry Potter jilid2 awal. Mungkin karena gue lebih senang menangkap sesuatu yang visual.

Hal yang menjadi menarik yaitu pada saat buku komik sudah merubah cara pandang bahkan keputusan hidup. Salah satunya adalah saat menentukan program untuk melanjutkan kuliah. Hampir gue ambil jurusan Planetary Geology karena membaca komik Paspor Blue. Bahkan gue udah survey Arizona State University. Tapi pada akhirnya gue lebih memilih SciComm karena bisa mengakomodir semua keahlian gue. Itu juga dipicu oleh idola-idola dari SciComm seperti Rob Nelson (Untamed Science) dan Hank Green (SciShow). Yang kedua, komik ini menjadi bahan riset final gue untuk SciComm. Dalam pembahasannya gue mengambil tiga komik bertema medical&health. Tiga komik itu adalah Dr. Black Jack, Monster dan God Hand Teru. Dibantu 2 sahabat dokter yang sedang mengambil sekolah keahlian, gue memvalidasi dan menganalisa komik-komik tersebut.

Nah, sampai tahap riset gue serius menyikapi buku komik. Teman-teman sayapun di SciComm tidak main-main dalam pembahasan game, riset sosial media ataupun studi kasus gempa L’Aquila di Itali dari sudut pandang komunikasi sains. Tidak akan sia-sia semua usaha kita jika kita serius melakukannya. In fact I learned a lot from comic books. See you guys tomorrow. Unggahan gak penting? Yarin! Bagen! =*

Advertisements