A Word A Day: Ahli

Hari ini cukup random rutinitas jadi tulisan baru bisa diunggah malam ini. Semoga masih gak ada yang baca jadi gak PHPin orang buat baca blog gue, hahah. Pagi tadi setelah ibadah dan olahraga gue kekantor meninggalkan keluarga kecil agak lebih pagi. Sampai di kantor ada berita kurang baik di rumah. Z muntah dua kali dengan dua makanan yang berbeda. Sudah hampir seminggu Z batuk-batuk banyak riaknya. Sontak saja gue rencanakan untuk pulang lebih cepat. Gue pulang lebih awal setelah “dagang obat” untuk projek kedepan yang sudah terlihat lumayan cerah. Sampai di rumah ternyata Z terlihat gak sakit karena masih lari-larian, tinju-tinjuan, jangan-jangan tadi muntah-muntahan biar bapaknya pulang cepet. Semoga cepet sembuh ya Z. Malamnya ngerjain layout untuk ENVKDS(projek bareng istri) baru lanjut nulis. Prolog yang lumayan panjang yeh? Yarin!!

Menurut gue keahlian masing-masing orang berbeda-beda dan unik. Banyak faktornya dari keluarga, lingkungan, hobi, ataupun pengalaman. Ada dua kutipan penting yang gue jadikan pegangan. Pertama dari nyokap gue, yaitu “Setiap ilmu yang kamu punya adalah amanah, suatu saat akan teranyam menjadi manfaat yang saling terintegrasi”. Kutipan ini menjadikan gue sampai saat mencoba mengharmonikan semua keahlian yang gue punya. Kebetulan kalau anak hipster bilang sih gue cukup artsy dan punya latar belakang kebumian yang cukup kuat. Jadilah cita-cita jadi komunikator sains yang baik. Keyakinan ini terpicu juga oleh dosen pembimbing skripsi saat sidang skripsi berkata, “kamu harus pilih salah satu. Main musik atau geologi?”. Jadilah makin tertantang untuk memilih keduanya, hahhaha.

Sedari kecil gue hidup di lingkungan keluarga yang peduli terhadap karya seni dan cukup demokratis. Contoh salah satu demokratisnya adalah “gak kenapa-kenapa dapat nilai jelek” atau “boleh melakukan kegiatan apa saja asal bertanggung jawab”. Yang agak gak demokratis itu paling cuma “gak boleh pacaran sama orang sunda” (kayaknya ibu punya pengalaman buruk sama yang satu ini, hehe). Balik lagi dengan keahlian dari SMP ada beberapa hal yang gue geluti secara serius, bahkan ada yang hingga sekarang. Yang pertama gue sebetulnya senang dengan warna, pola dan komposisi tapi gak mahir gambar yang belakangan ketemu fotografi dan sinematografi. Berikutnya gue seneng main musik diawali dengan ngeband dari kelas 1SMP yang berlanjut hingga saat ini. Lalu Kelas 3SMA breakdance yang berhenti ketika divonis jantung lemah di masa kuliah semester awal. Hobi fotografi dimulai dari menyervis kamera analog nyokap di tahun 2003. Di tahun 2003 gue juga mendalami ilmu kebumian di Universitas Trisakti dan lulus tahun 2009. Sinematografi tumbuh belakangan di tahun 2012 saat gue ngelanjutin sekolah Komunikasi Sains di Sudbury, Kanada. Dan ajaibnya saat kelas forum sharing di Kanada ada seorang professional yang punya latar belakang keahlian beragam mirip sama gue yang akhirnya menjadi film director untuk IMAX di Science North.

Kira-kira seperti itu keahlian dan latar belakangnya. I consider myself as a man with convoluted background. Intinya menurut gue kita harus menerima semua pengalaman yang kita punya untuk menjadi diri yang unik. Dan sekarang gue lagi menjalani mimpi bersama sobat-sobat terdekat dengan membangun multi-media earth related creative studio. Udah kaya essay atau curriculum vitae y? Yarin! Semoga manfaat. Kata berikutnya akan menjadi kejutan.

Advertisements