A Word A Day: Spontan

Sambil lari pagi di komplek Larangan Indah tempat mertua mencoba mendapat ide untuk menulis “spontan” secara spontan.

“Spontan?! Uhuy!” Begitu sahut komedian Komeng pada anak 90an. Kata spontan lumayan banyak merepresentasi hidup gue. “Spontan” adalah momentum yang menyentak permulaan. Selama 30 tahun hidup, menjadi spontan membuat gue menjadi hidup. For me I am a walker if I am not spontaneous.

Berawal dari ide kecil dan disentak oleh spontanitas, kehidupan ini penuh dengan kejutan yang mejadikannya terasa nyata. Dari segelintir ingatan yang makin lelah terpakai ada beberapa momen hidup gue yang diawali dengan spontanitas. Entah spontanitas ini berkembang pesat pada masa akhir semester kuliah S1. Mungkin karena pengalaman dan keahlian terasa cukup untuk menjadi spontan pada masa itu. Yang pertama adalah membuat studio rekaman dan foto pada tahun 2009 yang akhirnya berhenti di 2011. Kedua meminta istri gue yang sekarang ke orang-tuanya untuk mendampingi hidup di tahun 2010. Pada tahun yang sama gue merencanakan membuat multi-media creative studio yang earth related untuk tahun 2013 dengan tim kecil teman-teman terpercaya nan bertalenta. Tahun itu juga gue melanjutkan sekolah di San Franscisco (pre-master) bersama istri dan bayi di kandungan. Lalu ditemani keluarga kecil ke Sudbury, kota kecil di Kanada berpenduduk 115ribu, untuk belajar komunikasi sains yang programnya berintegrasi dengan Science North. Spontanitas yang terakhir gue lakukan adalah membangun rumah dengan strategi yang cukup unik.

Dari beberapa momen spontan itu ada bule yang mengatakan “you are so gutsy facing this kind circumstances” pada saat hamilnya Intan sebelum mendapat rumah sakit yang layak di San Francisco. Memang harus bernyali untuk memutuskan menjadi spontan. Mungkin beberapa berpendapat gue sembrono. Lalu jika kesempatan itu gak gue ambil maka akan jadi gak amanah dan sia-sia. Dibutuhkan momen yang begitu cepat untuk mengambil keputusan dengan analisa semua rencana. Karena kesempatan benar tak datang dua kali. When it comes it is your super-duper-mega-ultra luck. Lalu tanamkan pikiran optimis dari segala spontanitas. Karena optimis menjadi kata selanjutnya.

Advertisements