A Word A Day: Konsisten

Setelah memulai, hal terberat berikutnya adalah menjadi konsisten. Tetap pada porosnya. Melakukan sesuatu sesuai dengan polanya. Banyak sekali tantangannya memang untuk melakukan sesuatu dengan konsisten. Ini adalah tulisan kedua dan kali ketiga bangun pagi untuk olahraga. 

Bangun pagi tadi beda dengan akhir pekan sebelumnya. Ada kewajiban yang tertanam untuk bangun lebih pagi, olahraga dan menyiapkan bahan untuk menulis. Huaaaaa!!!! Ini liburan loh. Tapi dalam hati mengatakan tidak ada ruginya untuk melakukan rutinitas baru ini. Toh tidur adalah waktu yang paling banyak porsinya dibandingkan waktu aktivitas manusia secara umum. Pagi tadi secara konsisten memakai windbreaker yang sama, sepatu yang sama, beanie yag sama. Jalanan komplek menyambut dengan lebih ramah dengan lampu-lampu yang sebagian belum padam.

 

Ada saja alasan untuk tidak melakukan inisiasi yang telah kita lakukan. “Sudah ada yang melakukan” atau “Ah, tidak ada gunanya” kadang “Besok lagi deh, kan yang penting sudah usaha”. Tak tersadar sudah tersia lah inisiasi yang awalnya kita pikirkan dengan menggebu-gebu. Tapi dengan mengalahkan alasan-alasan itu dan melangkah maju perlahan adalah esensi konsistensi. Karena hidup tidak berjalan mundur. Bahkan jika mesin waktu terwujud, waktu berjalan maju walaupun sesaat itu kita bisa mundur ke satu waktu tertentu.

 

Jujur, menulis seperti ini menurut saya sangat membosankan. Tapi kadang kita harus melakukan sesuatu secara spontan. Dan seketika sudah menjadi professional dalam hal yang konsisten kita lakukan yang pada awalnya hanya spontan saja. Besok kita lakukan dengan spontan

Advertisements