Si Denah dan Desain Rumah

Jauh sebelum kami membeli rumah, idealnya pasangan kami udah punya bayangan tentang rumah idaman. Hal ini jadi salah satu penyebab utama kami akhirnya membeli rumah reot tanah dan kemudian membangun sendiri rumah kami. Maka begitu deal dengan penjual, kemudian kami di sibukkan mengurus surat-surat jual beli, di sela-sela waktu Gw sama Gesit banyak diskusi mengenai denah, desain dan tema rumah kami kelak.

Gesit niat dan semangat nya luarrr biasa! Hampir setiap hari dia browsing tentang desain rumah, lirik-lirik aplikasi desain macem Houzz. Bayangin aja sangking niatnya Gesit tuh bisa lagi mau tidur atau udah tidur, trus tiba-tiba bangun, nyalain lampu, trus mengkoreksi denah nya di buku catatan kecil, sambil ngajakin Gw diskusi! Yassalamm!! Semangat kali!! Dalam beberapa hari aja dia berhasil bikin coretan denah, lengkap sama skala nya sekitar 20an denah! Denah rumah nya bener-bener awam banget, ya iyalah kan kami ga punya background arsitektur, design interior atau sipil. Meskipun denah nya awam, segala keinginan kami (terutama Gw) terdeliver dengan baik. Super kan suami akuh! Hihi..

Setelah urusan surat-menyurat hampir selesai, Gw mulai coba hubungin beberapa temen yang arsitek, dan desain interior. Mulai nanya-nanya harga, dan cocokin sama budget kita. Pencarian ini ga mudah pemirsa, selain harga ternyata ada semacam kecocokan yang lain, kayak chemistry gitu. Melalui Jaka, kami kenal sama Pri dari moreids. Waktu itu Kami belum ketemu langsung sama Pri tapi langsung jatuh cinta sama desain nya dia untuk rumah sebelah yang akan di jual. Gak pake mikir dua kali, kami langsung sama-sama setuju kalau Pri lah yang akan ngerjain design rumah kami. Denah-denah yang udah di buat sama Gesit sebelumnya pun langsung di kasih ke dia untuk di tindak lanjuti, di tambah list beberapa keinginan kami.

Beberapa hari setelah kami deal sama Pri soal kami akan memakai jasanya dalam proses pembangunan rumah, kami ketemu Obrin, seorang teman kuliah yang lagi asik bisnis jual beli container bekas. Sebagai anak anti mainstream, Gesit pun punya ide untuk menggunakan container bekas dalam project rumah kami. Biar lebih ga biasa! Dan emang nyambung juga sama tema rumah kami yaitu modern industrial. Setelah di kalkulasikan untuk membeli, memindahkan, dan menggabungkan container dengan bangunan permanent jatuhnya juga lebih murah!!

Gesit langsung kontak dan mengutarakan keinginannya tersebut ke Pri, dia lumayan menyambut baik ide brilliant gila ini. Dia kayaknya lumayan tertantang sih sama ide nya Gesit, dan janji mau ngulik dulu. Karena Pri sepertinya terpaksa akan setuju, Gesit langsung kontak Obrin. Beberapa kali ngobrol via bbm, dan berlanjut untuk survey tempat. Iya, Obrin harus survey dulu lokasinya karena akan berhubungan dengan proses pengiriman containernya. Setelah dua kali survey dan dengan mempertimbangkan kerumitan proses pengiriman container akhirnya kami mutusin untuk membatalkan ide itu. Prosesnya lumayan makan waktu juga tuh. Hampir 3bulanan kami diskusi dan mikirin tentang ide ini. Jalanan komplek masih belum memungkinkan untuk container bisa masuk, belum lagi harus ngurusin surat-menyurat ke pihak terkait, semuanya ko malah jadi ribet gitu. Dengan berat hati dan sedikit kecewa kami harus batalin tunda ide container dalam bangunan rumah kami yang sekarang (InsyaAllah rumah ke-2 yah Say!!) Ammmiiiiinnnn…

container house impian-1 foto dari sini

container house impian-2 foto dari sini

container house impian-3 foto dari sini

Cakep-cakep yah kakak poto-poto rumah di atas? waktu masukin gambar nya aja Gw masih ngiler-ngiler mupeng..

*Terpaksa move on*

Waktu udah fix kita ga jadi menggunakan container, kami langsung minta Pri untuk melanjutkan desain nya yang sempet tertunda karena ide rumah container. Proses pembuatan desainnya lumayan cepet, sekitar semingguan Pri udah ngirimin denah dan desain pertama nya. Gw sama Gesit kurang suka sama denah nya, coretan denah yang udah di buat Gesit sebelumnya hampir di rombak total sama Pri. Sementara desain nya kami lumayan suka tuh. Jadilah kami bikin beberapa list yang suka dan tidak, dan men-detail kan kemauan dan kebutuhan kami akan rumah idaman. Ada beberapa aspek yang di garis bawahi, kami pingin punya taman belakang, ruang keluarga yang gabung sama ruang makan dan dapur yang terbuka. Ide-ide kami itu di tindak lanjuti dengan baik sama Pri di denah dan desain ke dua yang dia kirim seminggu kemudian. Hanya ada beberapa point yang di revisi, tapi selebihnya kami suka. Desain dan denah akhirnya kami super puas, pemanfaatan ruang nya cukup, dan sesuai dengan kebutuhan. Semoga hasil akhir pembangunannya bisa sebagus, bahkan lebih baik dari desain nya. Bismillah.. 🙂

desain rumah

Desain si rumah.. “thanks Pri! desain nya Ciamik!!”

Penampakan rumah 3 April 2015

                                                            Penampakan rumah 3 April 2015

Advertisements