Ikut Kung Mengajar di Tidung

Selvhie dl ah, mdh2an gk dosa

Selvhie dl ah, mdh2an gk dosa

[Intan]
Pertengahan bulan November tahun lalu, kami berkesempatan untuk ngintil Kung mengajar di Tidung. Kebetulan kung adalah dosen geologi di UI. Hampir semua materi kuliah yang beliau kasih ke para mahasiswanya itu di lapangan, tujuannya biar langsung bisa pegang batu nya, liat barang nya dan wujud asli dari bentukan rupa bumi. Hooh si kung emang geologist sejati! Hihi.. Ini bukan kali pertama kami ngintil, beberapa kali gw sama Zi ngintil Kung dan Bapak Gesit kerja. Bukan cuma ngajar mahasiswa, tapi juga field trip sama para profesional. Selain bisa jalan-jalan sambil ngenalin Zi melihat betapa indah nya bumi kita, ini juga salah satu cara kami menyiasati kurang nya intensitas kebersamaan kami bareng Kung.
[Gesit]
Olaaaaa!! Nyapa aja sih biar eksis, hype dan kekinian, hhehehe *makan seblak

[Intan]
Kung ga cuma mengajar untuk para mahasiswanya aja tapi juga sekalian sharing ilmu ke para junior geologist di kantornya. Waktu mengajar kung sih cuma setengah harian, dari pagi sampe menjelang sore di hari minggu. Tapi kita kan bukan cuma mau ngintil kung ngajar aja, sekalian dong mau liburan colongan.. jadilah kita berangkat 1 hari sebelumnya. Biar ga terlalu capek, plus bisa eksplore pulau lebih lama. Heeee..
[Intan]
Sabtu pagi nan cerah kami udah stand by jam 7 pagi di dermaga Marina Ancol. Zi yang ga mandi dan langsung di angkat dari kasurnya cuma ganti baju di mobil semangat banget dia mau ke pantai. Mood nya pagi itu lagi bagus banget, tapi jadi  super cranky lantaran kami tak kunjung berangkat. Pagi itu dermaga tempat kami berkumpul super ramai dengan kehadiran turis-turis lain. Mereka kebanyakan rombongan family gathering sebuah perusahaan dengan tujuan yang berbeda. Kami bertiga (Gw, Gesit dan Zi) bersama tim dari kantor (Gendhy, Ipul, Dody, Arifay, Ari dan Mas Pur) baru bisa naik boat dan berangkat ke Pulau sekitar jam10an. Sementara Mas Andi dan Kung baru menyusul besok nya bersama teman-teman mahasiswa UI.
[Intan]
Perjalanan dari Marina Ancol menuju P. Tidung kurang lebih di tempuh selama 1 jam. Sesampai nya di Tidung kita bertiga di jemput sama orang kepercayaannya bu Farida (pemilik homestay yang kami sewa), sementara teman-teman lainnya langsung menyewa becak motor menuju Tidung kecil. Tim dari kantor berencana untuk camping di P. Tidung kecil. Pulau Tidung sendiri ada dua, yaitu P. Tidung besar dan Tidung kecil. Tidung besar layak nya pulau lainnya di kepulaan seribu yang sedang berkembang. Di pulau ini banyak sekali penginapan yang di sewa kan, ada homestay, cottage dan villa. Selain itu, di sekitar pulau juga banyak warung makan, café dan tempat-tempat penyewaan sepeda serta banyak booth yang menawarkan paket aktifitas air. Berbeda dengan P. Tidung besar yang relative ramai, P. Tidung kecil masih sangat sepi dan hanya di diami oleh beberapa kepala keluarga saja. Alasan itulah yang memikat tim kantor ingin camping di sana, selain memang info nya Kung besok akan mengajar di sana juga siih.
[Intan]
Sampai di homestay (jarak nya ga lebih dari 200m dari dermaga) kami di sambut oleh Bu Farida. Homestay ini jadi pilihan kami karena kami tidak berhasil mendapatkan cottage untuk di sewa di sana (sudah full semua). Homestay nya cukup besar untuk kami bertiga, terdiri dari 2 kamar dan satu kamar mandi. Tempatnya rapih, wangi dan ada AC serta TV nya. Homestay ini jauh lebih baik dari ekspektasi Gw. Beberapa tahun silam, mungkin sekitar tahun 2008an Gw, Gesit dan genk pelesir pernah juga menyewa sebuah homestay di P. Pramuka yang sungguh sangat seadanya. Makanya pas dapet tempat ini ko sepertinya ‘cukup mewah’ gitu. Mungkin karena lokasi nya yang nempel sama rumah si Ibu dan karena dia sudah lama juga menjalankan bisnisnya ini, jadinya lebih baik.
[Intan]
Setelah sholat zuhur jamak ashar dan istirahat sebentar kami langsung meluncur ke daerah sekitar jembatan cinta. Di sana kami bertemu dengan teman-teman dari kantor yang rupanya belum bisa nyebrang ke Tidung Kecil lantaran akses nya tidak bisa dilalui oleh motor becak. Kebetulan barang bawaan mereka emang super banyak sih, dari mulai tenda, cool box, beberapa ransel dan drone (yang ini titipanya Gesit). Sambil cari ide gimana cara bawa barang-barang itu di bawa ke Tidung kecil, kami makan siang dulu. Selepas makan siang, kami snorkeling dengan boat sewaan dari tidung besar ke dua buah spot. Setelah cukup puas menikmati indah nya bawah laut, sore hari nya kami pulang kembali ke pulau. Teman-teman tim dari kantor di antar ke Tidung kecil, sementara kami kembali ke Tidung besar.
[Intan]
Malam hari nya, sesudah makan malam kami habiskan waktu untuk istirahat dan mempesiapkan stamina untuk keesokan harinya karena kami akan snorkeling lagi kali ini bersama Kung.
[Gesit]
Sebetulnya malam itu kita berencana untuk main ke Pulau Tidung Kecil tapi Z sm Mamah kondisinya lagi capek banget (kalo goud mah superman=p) karena itulah kita batal ke sana. Kita naik sepedah yang ada keranjangnya. Mamah di bonceng belakang&Z di keranjang. Gak sampe 5 menit udah turun mamah soalnya godek2 akibat sepedanya terlalu kecil, terlalu beresiko. Akhirnya mamah Intan turun dan jalan kaki. Deket kok tapinya. Paginya kita jalan lho ke Pulau Tidung Kecil, hebat Z gk minta gendong!! Semoga betisnya gk sebesar Kung Yayang, hehe. Kita sempat mengunjungi spot anak2 GDA kemah yang berseberangan dengan tendanya Pramuka Siliwangi yg sedang Jambore.
[Intan]
Minggu pagi kira-kira pukul 9 kami sudah berada di Tidung kecil, menunggu kedatangan kung dan rombongan. Mereka datang sekitar jam 10, setelah kurang lebih 1 jam-an Kung mengajar di pulau, kini waktu nya untuk snorkeling lagi!! Zi yang sebelumnya semangat banget untuk ikut snorkeling berenang malah tertidur pulas di perahu efek kecapean main air dan pasir di pantai. Sementara yang lainnya asik kuliah dan snorkeling bareng Kung, gw dan Gesit jagain Zi yang tidur di kapal. Di spot ke dua siang itu Zi akhir nya bangun dan siap untuk nyemplung!! Happy banget deh Zi kalo udah kena air. Hihi.. secara yaah book dya kan beach boy (numpang lahir doang di beach tapinya :p) di spot kedua ini ikan, terumbu dan biota lainnya lebih bervariasi dari kedua spot yang kemarin. Kalau kemarin Zi lihat ubur-ubur rantai, dan pegang Bintang laut, di hari ke dua ini matanya di manjakan oleh ikan-ikan warna-warni.
[Intan]
Puas berenang dan snorkeling kami harus segera kembali ke homestay untuk mandi dan siap-siap check out. Kami membayar extra untuk late check out dan tambahan jam sewa motor yang terlambat lebih dari 2 jam. Setelah makan siang di dekat dermaga, kami pun mengantri untuk kembali ke Marina Ancol. Kami pulang membawa gosong di badan dan kenangan yang luar biasa. Zi sangking happy nya cerita tentang pengalamannya ke pantai dan pulau di ulang-ulang terus ke semua orang. Hihi.. Terimakasih kung, terimakasih teman-teman kantor, dan terimakasih P. Tidung untuk weekend getaway nya..
[Gesit]
Lebih rame kn klo Intan yg cerita, aku mah apa atuh, hahaha. Sampe jumpe di cerita berikutnya #Brofist
Advertisements